Pengenalan Dan Pemanfaatan Decission Support System pada PT. ReAsuransi Internasional Indonesia (ReINDO)

 

Tugas Mata Kuliah SPK
Agung Sutikno
38 SIB / 92210001
Universitas Gunadarma
Tulisan ini dibuat sebagai Tugas Mata Kuliah Sistem Penunjang Keputusan
Dosen : DR Prihantoro

Pengenalan Dan Pemanfaatan Decission Support System pada PT. ReAsuransi Internasional Indonesia (ReINDO)

Perusahaan Reasuransi berbeda dengan asuransi. Pada perusahaan reasuransi, sangat erat kaitannya dengan perusahaan asuransi. Untuk hal tersebut, perusahaan reasuransi tidak akan berjalan tanpa perusahaan asuransi.
Berdasarkan UU Nomor 2 Tahun 1992 yang dimaksud dengan asuransi adalah:

Perjanjian antara pihak tertanggung dan penanggung, di mana tertanggung menyerahkan risiko obyek pertanggungan kepada penanggung dengan membayarkan sejumlah premi. Penanggung bertanggungjawab dalam mengelola risiko tersebut dan membayar klaim saat tertanggung mengalami kerugian.

Dalam konteks penyerahan risiko tersebut, maka tumbuh dan berkembang perusahaan-perusahaan asuransi sebagai penanggungnya. Bentuk risiko tersebut antara lain meliputi risiko jiwa dan risiko harta benda.
Perusahaan asuransi sebagai penanggung risiko dari yang tertanggung bertanggung jawab untuk membayar klaim saat tertanggung mengalami kerugian. Sebagai konsekuensinya, bahwa perusahaan asuransi harus menjamin kepastian atas klaim yang diajukan oleh tertanggung. Dalam prakteknya, dapat terjadi frekuensi dan nilai klaim yang diajukan oleh tertanggung sangat besar atau melewati batas kemampuan perusahaan asuransi. Menghadapi kondisi seperti ini maka ada upaya penyerahan pertanggungan yang ditutupnya kepada penanggung lain. Hal inilah yang berdampak pada tumbuh dan berkembangnya perusahaan reasuransi.
Menurut Hal Cockerell (1993 : 13), reasuransi adalah :

Suatu sistem di mana para perusahaan asuransi menyerahkan seluruh atau sebagian dari pertanggungan yang ditutupnya kepada penanggung lain yang dikenal sebagai penanggung ulang.

Dengan kata lain perusahaan asuransi membayar kepada penanggung ulang (reinsurer) seluruh atau sebagian premi yang diterimanya dan penanggung ulang menyetujui membayar ganti rugi kepada perusahaan asuransi atas klaim yang wajib dibayar oleh perusahaan asuransi jika terjadi kerugian.
Keterangan:
  1. Perusahaan asuransi menerima bisnis pertanggungan dari perorangan / perusahaan, jika nilai pertanggungannya melebihi kapasitas keuangan perusahaan asuransi dimaksud maka sebagian resiko ditawarkan kepada perusahaan asuransi. Penawaran ke perusahaan reasuransi bisa langsung ataupun melalui broker asuransi.
  2. Perusahaan reasuransi menerima bisnis dari perusahaan asuransi baik secara langsung maupun melalui broker asuransi, jika bisnis tersebut dinilai layak maka diterima. Jika pertanggungan asuransi dimaksud masih melebihi kapasitas keuangan reasuransi maka bisnis tersebut ditawarkan kepada perusahaan retrocessi baik secara langsung maupun melalui broker reasuransi. Perusahaan asuransi memberikan komisi kepada broker asuransi jika bisnisnya berhasil diakseptasi.
Premi Reasuransi
Dalam asuransi jiwa untuk penentuan premi harus diperhatikan ialah penentuan tarif (rate making), karena hal tersebut akan menentukan besarnya premi yang akan diterima.Tarif atau premi yang ditetapkan harus bisa menutupi claim (risiko) serta biaya-biaya asuransi, dan sebagian dari jumlah penerimaan perusahaan (keuntungan).
Pihak yang mengadministrasikan reasuransi menghitung premi reasuransi yang harus dibayar dengan mengalikan jumlah uang pertanggungan reasuransi dengan tarif premi reasuransi sebagaimana diuraikan di dalam perjanjian.
Setelah premi reasuransi setiap polis yang ditanggung selesai dihitung, perusahaan asuransi akan menyerahkan premi yang dipersyaratkan tersebut bersama suatu daftar mengenai bagian perusahaan reasuransi dalam setiap risiko dan informasi lainnya mengenai pembayaran komisi dan tunjangan-tunjangan.
Klaim Reasuransi
Bagian penting dalam administrasi reasuransi adalah menangani klaim. Suatu perusahaan asuransi membeli reasuransi untuk mendapat penggantian atas klaim yang ditanggung pada saat klaim tersebut jatuh tempo. Untuk memastikan bahwa klaim yang sah dibayar tepat pada waktunya, setipa perjanjian reasuransi mencantumkan ketentuan klaim.
1.  Definisi Decission Support System (DSS)
Decission Support System (DSS) adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan atau manajemen pengetahuan) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Hal yang perlu ditekankan disini adalah bahwa keberadaan Decission Support System (DSS) bukan untuk menggantikan tugas-tugas manajer, tetapi untuk menjadi sarana penunjang (tool) bagi mereka. Decission Support System (DSS) sebenarnya merupakan implementasi teori-teori pengambil keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan management science. Decission Support System (DSS) dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik. Decission Support System (DSS) merupakan problem solver yang dilengkapi dengan kemampuan untuk menghasilkan laporan-laporanyang periodik dan output dari model matematika. Model matematika dan kecerdasan buatan memungkinkan suatu sistem dapat mengambil keputusannya menentukan alternatif-alternatif solusi (bisa dalam presentasi). DSS digunakan manajer untuk memecahkan masalah semi struktur, dimana manajer dan komputer harus bekerja sama sebagai tim pemecah masalah dalam memecahkan masalah yang berada di area semi struktur.
Tahapan sisitem pendukung keputusan (DSS):
  • Definisi masalah
  • Pengumpulan data atau elemen informasi yang relevan,
  • Pengolahan data menjadi informasi baik dalam bentuk laporan grafik maupun tulisan.
Komponen DSS:
  • Database
  • Model Base
  • Software System
Sistem database berisi kumpulan dari semua data bisnis yang dimiliki perusahaan, baik yang berasal dari transaksi sehari-hari, maupun data dasar (master file). Untuk keperluan DSS, diperlukan data yang relevan dengan permasalahan yang hendak dipecahkan melalui simulasi. Komponen kedua adalah Model Base atau suatu model yang merepresentasikan permasalahan ke dalam format kuantitatif (model matematika sebagai contohnya) sebagai dasar simulasi atau pengambilan keputusan, termasuk di dalamnya tujuan dari permasalahan (obyektif), komponen-komponen terkait, batasan-batasan yang ada (constraints), dan hal-hal terkait lainnya. Kedua komponen tersebut untuk selanjutnya disatukan dalam komponen ketiga (software system), setelah sebelumnya direpresentasikan dalam bentuk model yang “dimengerti” komputer . Contohnya adalah penggunaan teknik RDBMS (Relational Database Management System), OODBMS (Object Oriented Database Management System) untuk memodelkan struktur data. Sedangkan MBMS (Model Base 2 Management System) dipergunakan untuk mere-presentasikan masalah yang ingin dicari pemecahannya. Pentiti lain yang terdapat pada produk DSS baru adalah DGMS (Dialog Generation and Management System), yang merupakan suatu sistem untuk memungkinkan terjadinya “dialog” interaktif antara computer dan manusia (user) sebagai pengambil keputusan.
Jenis-jenis Decission Support System :
  1. Mengambil elemen-elemen informasi
  2. Menganalisis seluruh file
  3. Menyiapkan laporan dari berbagai file
  4. Memperkirakan laporan dari berbagai file
  5. Mengusulkan keputusan
  6. Membuat keputusan
2.  Penerapan Decission Support System (DSS) di Perusahaan PT. ReAsuransi Internasional Indonesia (ReINDO)
Saat ini bisnis Asuransi mengalami perkembangan yang begitu cepat seiring dengan  dinamika pertumbuhan ekonomi. Begitu juga dengan perkembangan bisnis ReAsuransi di PT. ReAsuransi Internasional Indonesia (ReINDO) dari tahun ke tahun telah mengalami pertumbuhan Premi yang begitu signifikan. Dengan dinamika pekembangan bisnis yang semakin besar tentu sangat berpengaruh pada  proses bisnis melalui penanganan administrasi berbasis komputer.
Sistem aplikasi berbasis komputer untuk menangani administrasi bisnis Asuransi Jiwa yang digunakan di PT. ReAsuransi Internasional Indonesia (ReINDO) telah dikembangkan dan dimplementasikan mulai tahun 1997. Sampai dengan saat ini (lebih dari 10 tahun implementasi) system tersebut telah mengalami banyak perubahan baik dalam model proses bisnis, model database dan jumlah data. Perubahan-perubahan ini telah mengakibatkan masalah pada implementasi system seperti link data, integrasi modul system, penyediaan infrastruktur  dan kecepatan proses data.  Namun setelah dilakukan migrasi dari database Informix ke Database Oracle, dan juga dilakukan rewrite program dari Informix SQL/4GL  ke Oracle Form/Report Developer menjadikan tampilan aplikasi lebih menarik karena dengan tampilan web base sehingga lebih flexible.
Dengan menggunakan fitur web util pada oracle, dapat dibuatkan program aplikasi EIS, sehingga membantu manajemen untuk mengambil keputusan. Pembuatan program mengenai penyampaian informasi pada tingkat top level eksekutif di PT. ReAsuransi Internasional Indonesia (ReINDO), dibuat dengan program fitur webutil yang terintegrasi dengan form pada oracle 10g. Executive Information System EIS merupakan salah satu sistem penting dalam mendukung perkembangan suatu perusahaan. EIS ini merupakan integrasi antara Management Information System dengan Decission Support System yang membantu pihak eksekutif mendapatkan informasi dan mampu untuk mengidentifikasikan dasar suatu masalah dalam perusahaan. Sebagai implementasinya, aplikasi ini dibangun berbasiskan komputer dalam bentuk interface berupa form yang menggunakan database Oracle 10g. Hasil yang diperoleh dari sistem ini adalah: informasi yang diberikan kepada pihak ekesekutif merupakan informasi yang berhubungan dengan informasi keuangan perusahaan. Analisa yang dibuat mencakup perhitungan klaim, Net Balance, Premium, Inward, Outward, baik system konvensional maupun sistem Syariah.
Dengan EIS ini, manajemen  mempunyai kemampuan untuk menganalisa produski sehingga dapat memberikan keputusan terutama dalam memberikan kebijakan terutama yang menyakut kondisi cashflow keuangan perusahaan.
3.  Dampak Pemanfaatan Decission Support System (DSS)
Dampak utama pamanfaatan Decission Support System (DSS), yaitu:
  • Dapat menyelesaikan problem yang kompleks
  • Sistem dapat berinteraksi dengan pemakainya
  • Lebih cepat dengan hasil yang lebih baik (terutama dibandingkan dengan pengambilan keputusan secara intuisi)
  • Mengupayakan pembentukan jaringan dan kelembagaan pengelolaan pengumpulan data hidrologi ditingkat nasional dan propinsi
  • Menghasilkan acuan data untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh manajer yang kurang berpengalaman
  • Masalah-masalah semi struktur dapat dipecahkan
  • Dibandingkan dengan pengambilan keputusan secara intuisi, pengambilan keputusan dengan DSS dinilai lebih cepat dan hasilnyalebih baik
  • Untuk masalah yang berulang DSS, dapat memberi keputusan yang lebih efektif
  • Fasilitas untuk mengambil data dapat memberikan kesempatan bagi beberapa manager untuk berkomunikasi dengan lebih baik
  • Meningkatkan produktivitas dan kontrol dari manager
4.  Faktor pendukung Decission Support System (DSS)
Beberapa faktor-faktor pendukung suatu perusahaan menggunakan DSS, antara lain:
  1. DSS sistem yang fleksibel dengan informasi yang interaktif.
  2. Mudah digunakan (user friendly),kemampuan grafikal yang kuat dan interaksi yang aktif dari tampilan yang menghubungkan manusia dan mesin dapat meningkatkan keefektifan DSS.
  3. Memungkinkan pembuatan simulasi, proses try-and-error, memperhitungkan akibat dari suatu keputusan.
  4. Memberikan dukungan untuk berbagai level managerial, dari tingkat eksekutiv sampai tingkat lini.
  5. DSS mendukung berbagai keputusan yang interdependen dan sekuensual.
  6. DSS mendukung seluruh fase dari pembuatan keputusan: Intelligence, design, choice,dan implements.
  7. DSS mendukung berbagai proses dan gaya pembuatan keputusan.
  8. Dalam DSS para pembuat keputusan harus bersifat reaktif, mampu untuk memkonfrontasikan perubahan kondisi yang cepat dan mengadaptasika DSS untuk mengatasi perubahan. DSS sangat fleksibel jadi pengguna dapat menambah, menghapus mengkombinasikan, merubah atau mengatur kembali elemen-elemen dasar.
  9. Para pembuat keputusan memiliki wewenang atas pengendalian seutuhnyadari langkah-langkah proses pengambilan keputusan dalam memecahkan masalah.
  10. DSS bisa memberikan akses untuk berbagai macam sumber data, format dan tipe, mulai dari geographic information system (GIS) sampai dengan yang berorientasi ke objek.

 

1 comment

  1. Yth. Pak Agung Sutikno

    Saya menemukan site ini berawal dari ketertarikan saya untuk belajar otodidak mengenai Business Intelligent dan Business Dashboard, dan menemukan salah satu yang terbaik yaitu tulisan (Master Thesis) Pak Agung di Repository Universitas Guna Darma (PENERAPAN BUSINESS INTELLIGENCE NETWORK OPERATION & QUALITY CONTROL DASHBOARD PADA PT. BAKRIE TELECOM).
    Sayangnya, saya hanya dapat membaca Cover, Daftar Isi dan Abstraksi saja, karena saya tidak bisa mengakses file lainnya berhubung karena Repository Guna Darma terbatas digunakan hanya untuk mahasiswa dan pengajar internal Guna Darma, serta orang-orang yang memiliki User dan Password untuk bisa Login.
    Dengan kondisi ini, saya tidak punya pilihan lain selain menghubungi Pak Agung dan bermohon kemurahan hati dan bantuan Pak Agung untuk berbagi dengan saya Tulisan (Thesis) tersebut.
    Saya harap Pak Agung bisa mengirimkan tulisan (Thesis) ke email saya di mqyasir@yahoo.com dan terimakasih dan salam hormat saya sebelumnya.

    M Yasir Parapat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA :: This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.